Tentang SDGs

Pada bulan September 2015, dalam Sidang Umum Persatuan Bangsa-Bangsa di New York, Kepala Negara dan perwakilan dari 193 negara telah menyepakati Deklarasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Agenda ini merupakan rencana aksi untuk People, Planet, and Prosperity serta untuk penguatan perdamaian universal. Agenda tersebut dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) yang terdiri atas 17 tujuan dan 169 target yang terukur. Indonesia salah satu negara berkomitmen tinggi melaksanakan dan mencapai TPB/SDGs. Sejak TPB/SDGs dideklarasikan bulan September 2015, Indonesia telah terlibat aktif berbagai forum global. Di bawah koordinasi Kementerian PPN/Bappenas, Indonesia telah menyelaraskan TPB/SDGs dengan Nawacita sebagai visi pembangunan nasional, yang dirumuskan dalam kebijakan, strategi, dan program pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan selanjutnya dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan berikut dokumen anggarannya. Dalam pelaksanaannya, Indonesia memegang teguh prinsip-prinsip TPB/SDGs, yaitu (i) universal development principles, (ii) integration, (iii) no one left behind, dan (iv) inclusive principles. Sejak berakhirnya pelaksanaan Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 dan hingga tahun 2017, Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan dan mulai melaksanakan pencapaian TPB/SDGs dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Persiapan dan pelaksanaan TPB/SDGs dilakukan secara inklusif dengan melibatkan pemerintah dan parlemen, filantropi dan pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan dan media, serta akademisi dan pakar. Sebagai salah satu wujud komitmen Indonesia dalam
melaksanakan pencapaian TPB/SDGs, telah ditetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian TPB/SDGs sebagai landasan hukum pelaksanaan TPB/SDGs di Indonesia. Selanjutnya telah ditetapkan juga Peraturan Menteri (Permen) dan Keputusan Menteri (Kepmen) PPN/Kepala Bappenas sebagai peraturan teknis pelaksanaan TPB/SDGs. Hal ini telah melandasi dibentuknya Tim Koordinasi Nasional pelaksanaan TPB/SDGs, disusunnya Rencana Aksi Nasional (RAN) TPB/SDGs 2017-2019, disusunnya Peta Jalan (Roadmap) TPB/SDGs 2017-2030, serta amanat penyusunan Rencana
Aksi Daerah (RAD) TPB/SDGs di seluruh daerah.

SDGs di Indonesia

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) adalah Agenda 2030 yang merupakan kesepakatan pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan. TPB/SDGs berprinsip Universal, Integrasi dan Inklusif, untuk meyakinkan bahwa tidak ada satupun yang tertinggal atau disebut.

TPB/SDGs terdiri dari 17 Tujuan dan 169 Target yang merupakan kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) yang berakhir tahun 2015 lalu.

Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan TPB/SDGs Indonesia didasari oleh Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

 

Gotong Royong Mencapai TPB/ SDGs di Indonesia

4 Platform Partisipasi TPB/SDGs yang terlibat

Salah satu kekuatan Indonesia dalam pelaksanaan TPB/SDGs adalah keterlibatan semua pihak mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi serta pelaporannya.

Para pemangku kepentingan (stakeholder) utama yang berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan pencapaian TPB/SDGs di Indonesia terdiri dari empat platform, yakni: Pemerintah dan Parlemen, Akademisi dan Pakar, Organisasi Kemasyarakatan dan Media, Filantropi dan Pelaku Usaha.

5P dalam TPB/SDGs

Agenda TPB/SDGs adalah sebuah rencana aksi yang menyasar pada 5P, yaitu: People (Umat Manusia), Planet (Bumi), Prosperity (Kemakmuran), Peace (Perdamaian), Partnership (Kemitraan) yang saling terkait satu sama lain.

Ketika ada perubahan perilaku dari manusia untuk menjaga Alam, Kedamaian, Keamanan serta kelestarian mahluk hidup lainnya, maka kita akan mampu menjaga bumi sebagai tempat hidup yang lebih baik.

 

 

 

Pesan Utama untuk Komunikasikan SDGs

Kementerian PPN/Bappenas mengkoordinasi penyusunan Panduan Strategi Komunikasi TPB/SDGs bersama dengan Kementerian/Lembaga dan pihak nonpemerintah serta dibantu oleh pakar bahasa Indonesia dan ahli komunikasi. Panduan Strategi Komunikasi TPB/SDGs berisi antara lain bagaimana TPB/SDGs dikomunikasikan kepada masyarakat luas agar menjadi gerakan bersama serta pesan utama dari setiap Pilar dan Tujuan yang perlu disampaikan.

Kementerian PPN/Bappenas mengajak semua pihak untuk turut aktif menyuarakan, melakukan upaya-upaya pencapaian TPB/SDGs. Dimulai dari diri sendiri, apa yang dapat dilakukan baik oleh individu maupun berkolaborasi. Sesungguhnya TPB/SDGs bukanlah sesuatu yang baru, berbagai pihak telah melakukan upaya pencapaian TPB/SDGs baik dari sisi sebaran (outreach) manfaat maupun kedalaman fokus substansi setiap target. Logo TPB/SDGs dapat diintegrasikan ke dalam publikasi-publikasi hasil kerja setiap pihak.