January 11, 2021

Potensi Perbaikan Ekosistem melalui Penanaman Pohon Mangrove

Selamat Hari Sejuta Pohon Sedunia Sahabat Pembangunan Iklim!

Sadarkah kamu bahwa pohon memiliki peranan yang sangat penting bagi makhluk hidup dan lingkungan? Pemerintah di Indonesia saat ini mencanangkan kembali gerakan penanaman sejuta pohon sebagai bagian dari program pelestarian hutan kota. Dengan kehadiran pohon, hutan memiliki fungsi di ekosistem sebagai habitat bagi beraneka ragam spesies yang tak terhingga jumlahnya.

Gerakan Sejuta Pohon mempunyai peranan penting terhadap penambahan populasi pohon bagi kehidupan di alam. Di alam, pohon dapat menopang berbagai kebutuhan makhluk hidup. Di darat, pohon memberikan fungsi diantaranya sebagai berikut:

  1. Memelihara tanah dan menjaga bumi tetap dingin, karena pohon dapat menyerap CO2 yang dapat memicu pemanasan global.
  2. Mitigasi perubahan iklim yang mampu melakukan penyerapan Karbon, fingsi hutan dapat berperan membersihkan polusi udara dalam skala yang besar
  3. Memberikan keteduhan, rasa segar, sejuk serta menghasilkan bahan-bahan yang kaya akan manfaat seperti berupa daun, kayu, kulit kayu, getah, daun, bunga, biji dan buah.
  4. Pengendalian erosi, banjir dan bencana alam lainnya.
  5. Melalui pohon, hutan dapat menampung 80% keanekaragaman hayati di bumi hampir setengah dari spesies yang ada di bumi hidup di hutan, termasuk 80% keanekaragaman hayati di darat.

Begitu pula pada pesisir pantai, terdapat pohon mangrove yang memiliki peranan tidak kalah pentingnya yaitu:

  1. Pencegah intrusi air di laut, yaitu perembesan air laut yang masuk ke tanah daratan.
  2. Mencegah erosi dan abrasi di pantai dari gempuran gelombang laut.
  3. Penyaring alami dari proses penguraian limbah organik maupun kimia dari daratan yang terbawa ke wilayah pantai serta laut.
  4. Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa di pesisir dan lautan.
  5. Berperan dalam pembentukan daratan dan menstabilkan daerah pesisir.

Saat ini, daratan serta lautan sudah mulai terancam akibat terjadinya perubahan iklim, kekeringan, serta ketidakseimbangan ekosistem yang terjadi di alam. Oleh karena hal tersebut, maka penting bagi kita sekarang untuk bergerak bersama sebagai agen perubahan untuk lingkungan yang lebih baik. Sahabat pembangunan iklim dapat memulai menjaga, merawat, dan melestarikan alam yaitu salah satunya dengan melakukan penanaman pohon. Dengan adanya penanaman pohon sebanyak mungkin secara optimal pada kawasan hutan baik terestrial dan pesisir, hal tersebut dapat sangat membantu memulihkan kondisi ekosistem menjadi seimbang di alam.

Sebagai contoh, pada Ekosistem Mangrove mempunyai peranan utama bagi masyarakat pesisir. Semakin banyak pohon mangrove yang ditanam akan memberikan manfaat yang beragam pula bagi makhluk hidup di sekitarnya. Ketika masyarakat melakukan penanaman mangrove di suatu kawasan, maka besar kemungkinan setelah itu pada wilayah tersebut akan menjadi sebuah habitat baru sebagai tempat hidup dan proses berkembang biak berbagai biota laut seperti udang, kepiting, serta ikan – ikan. Kemudian, di dalam ekosistem mangrove tersebut akan terjadinya pertumbuhan serta adanya proses rantai makanan pada biota yang terdapat di zona tersebut.

Tentu hal ini akan sangat memberikan banyak manfaat yang baik bagi lingkungan, alam, serta manusia. Dengan adanya siklus rantai makanan tersebut akan berpengaruh pada keseimbangan dan kestabilan ekosistem di kawasan tersebut. Maka akan memberikan hasil yang optimal pada populasi ikan dalam meningkatkan potensi pertambahan kapasitas jumlah ikan – ikan yang ada. Sehingga masyarakat pesisir di sekitar zona tersebut dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam sebagai kebutuhan sehari – hari. Selain itu, para nelayan juga dapat mengoptimalkan kawasan tersebut menjadi sarana untuk menangkap ikan yang tidak terlalu jauh dari pesisir dan dapat dijangkau dengan. Perahu kecil yang dimiliki nelayan kecil. Nelayan terlindung dari ancaman gelombang tinggi saat menangkap ikan.