March 12, 2021

Pembangunan Menara Pengawas di Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Sabu Raijua

Pengelolaan kawasan konservasi perairaan memerlukan kerjasama antara masyarakat dan pengelola kawasan. Keterlibatan masyarakat tidak hanya dalam hal pemanfaatan kawasan namun juga dalam hal pengawasan kawasan konservasi. Untuk itu dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya dalam kawasan konservasi. Dalam hal menjaga keberlanjutan sumberdaya, tentunya masyarakat memerlukan pengetahuan dan kemampuan yang memadai untuk mendukung program pengawasan kawasan konservasi, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas. Dukungan sarana dan prasarana juga diperlukan dalam melaksanakan monitoring dan pengawasan.

Melalui program COREMAP-CTI dengan dana hibah dari World Bank, Indonesia Climate Change Trust Fund menyalurkan pendanaan untuk Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) dalam mendukung Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) di Raja Ampat dan Laut Sawu.

Pada 7 Maret 2021  pembangunan infrastruktur berupa menara pengawas di Pulau Meosmanggara, salah satu pulau di Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat telah selesai dibangun dan sudah dilakukan pemasangan papan menara.

Kondisi pembangunan menara pengawas di Meosmanggara
Menara pengawas di Meosmanggara yang sudah selesai dibangun

Pembangunan menara pengawas selanjutnya dilakukan di Desa Loborai, Sabu Raijua,  Nusa Tenggara Timur juga telah selesai.

Menara pengawas di Desa Loborai

Selanjutnya akan ada pembangunan infrastruktur di beberapa lokasi lainnya. Harapannya menara pemantauan ini akan dioperasikan sebagaimana fungsinya dari masyarakat pengawas dan pemerindah daerah setempat.