October 19, 2018

ICCTF Turut Serta Mengarusutamakan Pembangunan Rendah Karbon Indonesia dan Ekonomi Hijau di Ajang IMF-WB Annual Meeting Bali

Penyelenggaraan acara ‘Annual Meeting IMF-World Bank’ pada tanggal 8-14 Oktober 2018 lalu merupakan kesempatan baik bagi ICCTF dalam mendukung pengarusutamaan Pembangunan Rendah Karbon Indonesia sekaligus mempromosikan hasil-hasil program perubahan iklim yang telah diimplementasikan oleh ICCTF di berbagai daerah Indonesia.

Dalam rangkaian acara multi agenda Annual Meeting IMF-World Bank tersebut, ICCTF berperan aktif mengisiasi kolaborasi multipihak dan mesosialisasikan program-program pembangunan rendah karbon melalui kegiatan 1) Seminar dan Diskusi Panel Tingkat Tinggi ‘’Low Carbon Development & Green Economy’’, 2) Billateral Meeting multipihak, serta 3) Pameran proyek-proyek perubahan iklim ICCTF yang bekerja sama dengan para mitra.

Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon pertama kali digagas dalam United Nation Conference on Climate Change (COP 23 UNFCCC) tahun 2017 di Bonn, Jerman. ‘’Sudah saatnya bagi Indonesia untuk menjalankan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam pembangunan berkelanjutan dengan menginisiasi Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon dan bersiap untuk mengimplementasikan mekanisme green financing,’’ ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Bambang Brodjonegoro dalam pidato pembuka seminar dan diskusi panel tingkat tinggi ‘’Low Carbon Development and Green Economy’’ di Nusa Dua, Bali (11/10/2018).

Seminar dan diskusi panel Low Carbon Development & Green Economy merupakan ajang berbagi pengetahuan tentang pembangunan rendah karbon dan penerapan model bisnis yang mengedepankan pembangunan inklusif, pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), serta pengelolaan kelestarian dan restorasi sumber daya alam dalam ekosistem menjadi dasar pembangunan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ajang pengenalan peluang dan tantangan sektor pendanaan perubahan iklim di Indonesia, serta pembahasan strategi implementasi pembangunan rendah karbon secara efektif.

Kegiatan tersebut terselenggara melalui koordinasi antara ICCTF dengan Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, dan bekerja sama dengan UK Climate Change Unit (UKCCU), Global Green Growth Institute (GGGI), New Climate Economy (NCE), dan World Resource Institute (WRI) yang mendapat tanggapan dan respon positif dari peserta yang hadir, yang berasal dari berbagai kalangan baik pemerintah nasional, pemerintah daerah, sektor swasta, kedutaan, mitra pembangunan, lembaga masyarakat sipil, akademisi, dan rekan-rekan media.

Selain sosialisasi pembangunan rendah karbon Indonesia melalui paparan pembelajaran program, ICCTF juga membuka beberapa booth pameran selama serangkaian kegiatan IMF-WB Annual Meeting berlangsung, seperti pameran di Hotel Anvaya di Kuta pada 10 Oktober 2018, Hotel Inaya pada 11 Oktober 2018 dan 15 Oktober 2018, dan Sustainable Development Paviliun Indonesia di Hotel Westin, Nusa Dua Bali pada tanggal 11-14 Oktober 2018.