November 28, 2018

ICCTF Selenggarakan Aksi Pembangunan Rendah Karbon Indonesia di Car Free Day

Jakarta, 25 November 2018 – Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan didukung oleh Danish International Development Agency (DANIDA) menyelenggarakan Hari Bebas Kendaraan atau Car Free Day (CFD) sebagai ajang kampanye dan edukasi publik tentang kebijakan Pembangunan Rendah Karbon Indonesia dengan tajuk ‘’Aksi Pembangunan Rendah Karbon untuk Kota Berkelanjutan’’ yang diselenggarakan di Bundaran HI, Minggu (25/11/18).

Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Perencanaan Pembangunan / Bappenas yang bertugas untuk mendukung capaian target penurunan emisi pemerintah Indonesia sebesar 29% dengan usaha sendiri atau 41% melalui dukungan internasional dan pengarusutamaan Pembangunan Rendah Karbon yang telah diinisiasi oleh Bappenas ke dalam rencana pembangunan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengarusutamakan Pembangunan Rendah Karbon Indonesia atau dikenal dengan Low Carbon Development Indonesia (LCDI) dan memperkenalkan implementasinya dari proyek percontohan ICCTF di seluruh Indonesia yang sekaligus merupakan persiapan menuju event tahunan UNFCCC-COP 24 di Polandia, Desember mendatang.

‘’Kami berharap, melalui kegiatan ini semakin banyak orang tahu dan mendukung Pembangunan Rendah Karbon Indonesia, mulai dari lingkup keluarga, hingga level Kementerian/Lembaga. Edukasi publik sangat penting, agar semua bisa saling dukung dan berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,’’ tegas Tonny Wagey, Direktur Eksekutif ICCTF.

Acara CFD ini dikemas dengan konsep menarik dengan dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Bappenas, Gellwynn Jusuf. Dihadiri pula oleh Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Arifin Rudiyanto didampingi oleh Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Medrilzam, serta mitra-mitra pembangunan.

 

Selain itu, acara ini juga menghadirkan komunitas lingkungan yang inovatif menghadirkan terobosan-terobosan baru dalam menjaga lingkungan. Dua komunitas diantaranya adalah pemenang greenitiative dalam perhelatan ICCTF Day beberapa waktu lalu karena inovasi hijaunya yang menarik dan berdampak bagi lingkungan dan masyarakat. Kemangteer sebagai komunitas mangrove dan IloveEnergy Surya sebagai komunitas energi baru terbarukan.

Kolaborasi dengan para pihak merupakan faktor kunci kesuksesan penanganan masalah perubahan iklim dan pengarusutamaan Pembangunan Rendah Karbon Indonesia ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

ICCTF, sejak tahun 2010 telah mendanai 76 kegiatan proyek percontohan mitigasi berbasis lahan, adaptasi dan energi yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilakukan termasuk peningkatan tata kelola hutan dan lahan gambut, peningkatan ketangguhan dan kapasitas adaptif masyarakat lokal, peningkatan ekonomi lokal, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan kebijakan dan peraturan.

 

Selama 9 tahun, ICCTF terus mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca melalui proyek-proyek percontohan mitigasi dan adaptasi dan ketangguhan menangani perubahan iklim. Saat ini, ICCTF mendukung penuh Pembangunan Rendah Karbon Indonesia yang berkelanjutan. Salah satu fokus area yang perlu diperkuat dan dikembangkan ICCTF dalam mendukung hal ini adalah pengembangan energi terbarukan dan kelautan-perikanan. Melalui upaya transformasi kelembagaaan yang sistematis, sinergi dan koordinasi dengan seluruh elemen, baik pemerintah maupun swasta, diharapkan ICCTF dapat menjadi salah satu lembaga pendanaan perubahan iklim yang diakui secara nasional maupun internasional.

‘’Mari tunjukkan kepedulianmu untuk kota yang Berkelanjutan. Kita dukung Aksi Pembangunan Rendah Karbon Indonesia.’’ Tutup Tonny Wagey. (AFD-AA)