November 21, 2020

Dua menteri hadiri pembukaan program COREMAP-CTI Papua Barat

Sorong  – Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menghadiri kegiatan peresmian program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative atau COREMAP-CTI yang bertujuan melestarikan terumbu karang untuk kesejahteraan masyarakat pesisir Provinsi Papua Barat di Sorong, Jumat.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam sambutannya pada peluncuran program COREMAP-CTI mengatakan program COREMAP-CTI menjadi salah satu perwujudan visi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. COREMAP-CTI menjadi salah satu perwujudan visi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dia mengatakan luas lautan Indonesia sebesar 70 persen dari total luas wilayah negara. Sedangkan panjang garis pantai membentang 108.000 kilometer.

Indonesia memiliki potensi sumber daya pesisir yang sangat melimpah, yakni sumber daya ikan sebesar 12,54 juta ton per tahun, rumah bagi 596 jenis terumbu karang atau 69 persen dari total terumbu karang di dunia.

Luas terumbu karang Indonesia, menurut dia, tak kurang dari 25.000 kilometer atau sebesar 14 persen dari luas terumbu karang dunia. Serta terdapat 39 persen jenis ikan karang di dunia.

“Satu terumbu karang sama saja dengan oksigen dari 20 pohon, dan itu sangat penting. Cara mengontrol pelestarian terumbu karang dalam jangka pendek dengan memperkuat pengawasan untuk mencegah rusaknya terumbu karang karena ditabrak kapal.

“Target jangka panjang, dengan lestarinya terumbu karang adalah tempat pemijahan ikan. Untuk produksi ikan, ada juga penambahan cold storage,” ujarnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang memberikan sambutan terpisah, mengatakan bahwa program proyek percontohan COREMAP-CTI yang dilaksanakan Indonesia Climate Change Trust Fund atau ICCTF di sejumlah lokasi di Indonesia yang salah satunya di Papua Barat.

Program tersebut bertujuan untuk melindungi, mengelola, dan pemanfaatan terumbu karang serta ekosistem di kawasan konservasi perairan dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ia menyampaikan, dengan pendekatan konvergensi, Kementerian PPN/Bappenas berperan sebagai enabler para pemangku kepentingan untuk melaksanakan pembangunan partisipatif dan berkelanjutan dengan prinsip tematik, holistik, integratif, dan spasial.

“Dari Kota Sorong ini, kita semua ingin menegaskan komitmen kita untuk memperkuat rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan, termasuk upaya perlindungan ekosistem pesisir dan laut,” kata dia.

Bappenas menegaskan tidak ada trade off antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pelestarian sumber daya pesisir dalam hal ini terumbu karang menjadi salah satu contoh nyata bagaimana upaya menjaga lingkungan dapat sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dan nasional.

Sumber artikel antaranews.com tayang pada 13 November 2020