Diseminasi Strategi Pengembangan Pendanaan Biru untuk Pengelolaan Kawasan Konservasi Raja Ampat

Kegiatan diseminasi strategi pengembangan pendanaan biru yang difokuskan pada pengelolaan Kawasan Konservasi Raja Ampat, melalui Proyek LAUTRA, menegaskan bahwa penguatan ekonomi biru harus berjalan seiring antara konservasi ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir. 🌊
Acara ini dibuka oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, yang menekankan pentingnya memperkuat pembiayaan program konservasi melalui inovasi pendanaan. Strategi ini tidak hanya bergantung pada APBN dan APBD, tetapi juga melibatkan berbagai sumber pendanaan alternatif yang dapat mendukung perlindungan ekosistem pesisir dan laut.
Dalam sesi pemaparan, ICCTF menyoroti pendekatan pendanaan berkelanjutan untuk kawasan konservasi perairan dan mata pencaharian masyarakat. Beberapa opsi pendanaan yang tengah dikembangkan meliputi Coral Bond, sukuk, blended finance, dan blue carbon. Kawasan Raja Ampat di Papua Barat Daya dipandang sebagai lokasi strategis untuk menguji dan mengembangkan inisiatif pendanaan biru yang dapat menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia.
Diskusi sesi tanggapan menghadirkan berbagai masukan strategis, termasuk perlunya roadmap penyaluran pendanaan (channelling), penguatan regulasi dan mitigasi risiko, kesiapan teknis dan sistem MRV, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan kelembagaan, termasuk BLUD. Selain itu, dukungan untuk UMKM pesisir juga dibahas agar mereka lebih siap mengakses berbagai skema pembiayaan.
Dengan pemanfaatan pendanaan yang tepat sasaran, proyek ini bertujuan menciptakan sinergi antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, menjadikan ekonomi biru bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata di lapangan. 💙