Kick-Off Meeting Proyek TOSCA: Kolaborasi Menuju Budidaya Udang Berkelanjutan, Tertelusur, dan Berdaya Saing
Kick-Off Meeting Proyek TOSCA: Kolaborasi Menuju Budidaya Udang Berkelanjutan, Tertelusur, dan Berdaya Saing
Lihat postingan asli →
Proyek “Towards Sustainable and Conversion-free Aquaculture in Southeast Asia (TOSCA)” resmi dimulai melalui Kick-Off Meeting pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan menyelaraskan langkah untuk membangun industri udang Indonesia yang berkelanjutan, tertelusur, dan berdaya saing.
Tentang Proyek TOSCA
ICCTF–Bappenas bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengimplementasikan proyek TOSCA yang didanai oleh Global Environment Facility (GEF) melalui Asian Development Bank (ADB). Proyek ini diarahkan untuk membangun ekosistem bisnis budidaya udang yang tidak bersifat konversi — tidak membuka ekosistem alami baru — dan memiliki daya saing premium di pasar global.
Transformasi Harus Menyeluruh, dari Hulu sampai Hilir
Dalam arahannya, Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas menekankan bahwa persoalan budidaya udang tidak bisa diselesaikan sepotong-sepotong.
Transformasi industri udang tidak dapat dilakukan secara parsial. Tantangan dari hulu hingga hilir harus ditangani bersama melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat — demi industri udang yang berkelanjutan, tertelusur, dan kompetitif.
Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan yang Tangguh
Dua perspektif lain memperkaya arah proyek: efisiensi pakan sebagai kunci daya saing budidaya, dan pertumbuhan akuakultur yang tidak hanya mengejar produksi.
Efisiensi pakan adalah kunci daya saing budidaya. Ketergantungan pada tepung ikan perlu dikurangi melalui bahan baku alternatif, disertai ketertelusuran pakan yang lebih baik.
TOSCA bukan semata soal peningkatan produksi, melainkan pertumbuhan akuakultur yang tangguh, inklusif, dan kompetitif — dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem.
Sesi Diskusi Panel
Kick-off dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan perwakilan pemerintah, dewan pakar, lembaga konservasi, organisasi internasional, dan akademisi:
- Fernando Jongguran Simanjuntak — Direktur Ikan Air Tawar, Kementerian Kelautan dan Perikanan
- Hasanuddin Atjo — Anggota Dewan Pakar, Kelompok Kerja Pengembangan Budidaya Udang
- Siti Masithah — Senior Programme Manager, Seafood Task Force
- Muhammad Ilman — Direktur Program Kelautan, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)
- Prof. Dr. Ir. Desrina, M.Sc. — Ketua Departemen Akuakultur, Universitas Diponegoro
Peran Proyek TOSCA
Melalui proyek ini, ICCTF dan KKP berupaya membangun ekosistem bisnis budidaya udang yang tidak bersifat konversi dan memiliki daya saing premium, dengan melakukan pendekatan kebijakan, penelitian, pengembangan kapasitas, dan pemberian dukungan pengetahuan.
Langkah Berikutnya
Kick-Off Meeting ini menandai dimulainya rangkaian implementasi TOSCA di Indonesia. Terima kasih kepada para pembicara, mitra, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi. Bersama, kita wujudkan akuakultur yang berkelanjutan dan bebas konversi.
Ikuti Perjalanan TOSCA Bersama Kami 🦐
Dukung upaya membangun budidaya udang berkelanjutan di Indonesia melalui proyek TOSCA.