June 26, 2020

Apakah ada hubungan antara Perubahan Iklim dan Covid-19?

Perubahan iklim tidak menyebabkan wabah virus corona, tetapi dapat membantu menyebarkan pandemi dan penyakit di masa depan Iklim yang menghangat dan meningkatnya variabilitas dalam pola cuaca di seluruh dunia membuatnya lebih mudah untuk menularkan penyakit dari negara mana pun.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia telah melacak dan menganalisis bagaimana perubahan iklim berdampak kepada kesehatan masyarakat. Sebagai contoh pada kasus polusi udara, polusi udara meningkatkan risiko penyakit lain, seperti penyakit jantung dan masalah pernapasan, sesuatu yang berdampak langsung pada mereka yang menderita Covid-19.

Bukti menunjukan bahwa Covid-19 adalah peristiwa zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, tak hanya Covid-19 sebelumnya  ada pula penyakit SARS dan MERS. Ketika manusia merusak lingkungan, artinya kita telah mengeksploitasi secara berlebihan serta membiarkan diri kita terpapar terhadap resiko penyakit. Resiko terpapar penyakit dari hewan juga menjadi tinggi ketika kita tidak memantau adanya infeksi atau penyakit pada satwa liar atau hewan peliharaan kita.

Untuk mengurangi kemungkinan pandemi berikutnya kita harus benar-benar sadar dan bijak untuk mengelola sumber daya alam. Indonesia Climate Change Trust Fund  (ICTTF) merupakan instrumen utama Pemerintah Indonesia dalam mengurangi intensitas emisi dan emisi gas rumah kaca melalui tindakan pembangunan rendah karbon dan adaptasi terhadap perubahan iklim. ICCTF berupaya untuk mengintegrasikan isu-isu perubahan iklim ke dalam Rencana Pembangunan di tingkat nasional, provinsi dan regional serta melaksanakan inisiatif-inisiatif tentang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.  ICCTF mengelola dana nasional dan dana internasional untuk mengimplementasikan program inovasi pembangunan dalam meningkatkan efektifitas  pengelolaan ekosistem pesisir serta mendukung upaya penanganan dampak perubahan iklim di sektor kelautan dan perikanan.