Back to News

ICCTF, TAF dan UKCCU Kunjungi Bentang Pesisir Padang Tikar Kalimantan Barat

February, 05 2018
By Admin

Pontianak - Sebagai bagian dari Annual Review 2018 Program FLAG - UKCCU, Evaluation Management Unit (EMU) melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan ke lokasi program Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan The Asia Foundation (TAF) yang mendapatkan pendanaan dari United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU) di Desa Teluk Nibung, Desa Batu Ampar dan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada tanggal 1-5 Februari 2018. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mengumpulkan data pendukung sebagai acuan proses tinjauan tahunan lebih lanjut yang akan dimasukkan dalam Laporan Tahunan FLAG 2018.


?Demplot penanaman kopi di areal gambut bekas terbakar di Desaa Teluk Nibung yang menjadi lokasi program ICCTF-UKCCU

Pada kunjungan ini, tim ICCTF, TAF, EMU dan UKCCU berkesempatan bertemu langsung dengan Gubernur Non Aktif Kalimantan Barat, Drs Cornelis MH. Cornelis menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap kebijakan Presiden Jokowi untuk pengembangan Perhutanan Sosial dan Pengelolaan Kawasan Gambut serta Kebakaran Hutan. “Kalimantan Barat telah berkontribusi sebesar 10% dari total capaian luas perhutanan sosial di Indonesia tahun 2017”, ujar Cornelis. “Jumlah kebakaran hutan dan lahan gambut juga berhasil diturunkan, hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat maupun mitra pembangunan yang diberikan selama ini”.

Tim juga berkesempatan untuk melihat langsung 2 (dua) dari 10 (sepuluh) desa lokasi program ICCTF-UKCCU yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Sampan di kawasan bentang Pesisir Padang Tikar. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rehabilitasi lahan gambut pasca kebakaran dengan penanaman 2000 bibit kelapa, kopi dan pisang di areal seluas 6 Ha di Desa Teluk Nibung. ICCTF-UKCCU merehabilitasi lahan gambut dengan total luas 150 ha dengan 15.000 bibit tanaman kelapa, kopi, pisang, lidah buaya dan asam payak. Hingga saat ini, sebanyak 7.000 bibit telah tertanam.

Selepas mengunjungi Desa Teluk Nibung, tim melanjutkan perjalanan ke Desa Tanjung Harapan untuk memantau salah satu pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan melalui penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pemberian bantuan seperangkat alat pemadam kebakaran lahan. Berikutnya, tim mengunjungi program Hutan Desa Batu Ampar yang mendapatkan dukungan pendanaan dari TAF. Program ini telah berhasil membantu masyarakat untuk mendapatkan sertifikat Hutan Desa seluas 33.000 Ha dari KLHK pada tahun 2017, konservasi mangrove dan pelatihan peningkatan ekonomi alternatif masyarakat melalui pengolahan hasil mangrove serta budidaya kepiting dan udang.

“Program rehabilitasi ini dirasakan sangat bermanfaat oleh masyarakat dikarenakan jenis tanamannya yang produktif, kami mengharapkan bantuan seperti ini dapat ditingkatkan”, ujar Mustafa, Kepala Desa Teluk Nibung. “Untuk pencegahan kebakaran lahan, kelompok MPA yang dibentuk telah memiliki kapasitas tanggap pemadaman api dan secara rutin melakukan patroli wilayah, namun ke depannya diharapkan ada dukungan operasional yang saat ini masih swadaya dari masyarakat” tambah, Juheran, Kepala Desa Tanjung Harapan.


?Tim berdialog dengan pemerintah desa, kepolisian dan masyarakat sebagai penerima manfaat langsung dari program

Melalui kegiatan kunjungan dan diskusi di lapangan ini, tim dapat melihat dan merasakan bahwa program yang dilaksanakan oleh ICCTF dan TAF melalui pendanaan UKCCU dalam kerangka program FLAG mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Masyarakat merasakan langsung dampak program ini melalui adanya peningkatan ekonomi dan perbaikan kulitas lingkungannya. Sedangkan dari sisi pemerintah daerah, dukungan program ini sangat membantu dalam mencapai target daerah dan pengembangan kebijakan sebagaimana disampaikan dalam FGD dan diskusi bersama Staf Khusus Gubernur Kalimantan Barat, Dinas Kehutanan, Dinas ESDM, Dinas Permukiman dan Lingkungan Hidup, serta pihak terkait lainnya. Sebagai tindak lanjut, akan diadakan koordinasi dan komunikasi rutin untuk pengarahan dan update pencapaian perkembangan  pelaksanaan program antara NGO/CSO pelaksana dengan pemerintah daerah agar sinergis dengan target serta kebijakan daerah maupun nasional.

Cerita perjalanan kunjungan tim ke lokasi program di Kalimantan Barat di atas, dapat juga dilihat dalam video berikut: