Mitra Pelaksana Paket Kegiatan 3: Yayasan Reef Check Indonesia (YRCI) 

Judul Program: Integrasi Kebijakan Berbasis Sains Dalam Mendukung Konservasi Dan Pemanfaatan Secara Berkelanjutan Spesies Yang Terancam Punah

Anggaran: USD 967,000

Lokasi 

  1. Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu
  2. Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat 
  3. Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Suaka Alam Perairan (SAP) Raja Ampat 
  4. Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Selat Dampier 

Periode Program: Juli 2020 – Februari 2022 (19 bulan)  

Tujuan

Meningkatkan efektivitas konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan hiu, pari dan Cetacea melalui penerapan kebijakan berbasis sains dan peran aktif masyarakat. 

Latar Belakang 

Populasi hiu, pari manta dan cetacea saat ini sedang mengalami tekanan global, diantaranya dikarenakan oleh kegiatan perikanan dan pariwisata yang belum dilakukan secara bertanggung jawab, serta polusi di laut yang terus meningkat. Perikanan, baik yang ditargetkan maupun bycatch memainkan peranan langsung terhadap penurunan populasi hiu, pari manta, dan cetacea. Sementara, kelalaian pengelolaan wisata dan polusi dapat menyebabkan ketidak sesuaian/degradasi habitat yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dari spesies tersebut. Untuk itu, penguatan kajian dan pengelolaan spesies terancam punah seperti hiu, pari manta, dan cetaca sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan populasi mereka di alam.

Ruang Lingkup 

  1. Penyiapan hasil kajian untuk mendukung regulasi regulasi nasional dan pengimplementasian ketentuan internasional terkait pengelolaan hiu, pari manta dan cetacea;
  2. Peningkatan akurasi dan akuntabilitas data hasil tangkapan hiu, pari dan cetacea, dan penyediaan platform monitoring seperti pengembangan sistem monitoring berbasis web sensus pari manta, hiu dan cetacea;
  3. Perlindungan/pengaturan pemanfaatan ikan hiu, pari dan cetacea jenis tertentu yang rawan terancam punah melalui policy brief;
  4. Penguatan upaya kajian ikan hiu, pari dan cetacea, antara lain seperti penggunaan teknolgi akustik dan satelit tagging;
  5. Peningkatan pemahaman para pemangku kepentingan dalam pengelolaan hiu, pari manta, dan cetacea;
  6. Pengadaan alat penunjang kajian pendataan serta pola pergerakan hiu, pari manta dan cetacean antara lain seperti kamera underwater, smartphone, drone, alat selam, akustik dan satelit tagging, serta alat pendukung lainnya;
  7. Pembangunan dan atau penguatan bisnis wisata masyarakat berbasis species (hiu karang, pari manta, dan cetacea) untuk mendukung upaya pengelolaan species terkit dan memberikan keuntungan langsung kepada masyarakat; dan
  8. Pelaksanaan koordinasi, pemantauan, dan evaluasi proyek.