July 27, 2020

Selamat Hari Mangrove Sedunia

Tanggal 26 Juli merupakan Hari Mangrove Sedunia. Indonesia sebagai negara maritim, dengan dua per tiga luas wilayahnya adalah lautan serta panjang garis pantai mencapai 108.000 km Indonesia memiliki luas hutan mangrove terbesar di dunia. Luas bakau di Indonesia mencapai 25 persen dari total luas mangrove di dunia. Namun sebagian kondisinya kritis.

Mangrove sangat berkaitan dengan perubahan iklim

Hutan mangrove atau hutan bakau tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut tepatnya di daerah pantai dan sekitar muara sungai, sehingga tumbuhan yang hidup di hutan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Mangrove juga dianggap sebagai tumbuhan dewa karena semua bagiannya bermanfaat bagi manusia hingga biota laut. Mangrove memberikan oksigen melalui sekresi daunnya, batang mangrove menopang menjaga pesisir dan akarnya seperi cakar yang mengokohkan pulau pulau.

Hutan mangrove berperan untuk mencegah erosi dan abrasi pantai, membentuk pulau dan menstabilkan daerah pesisir, pencegah dan penyaring limbah secara alami, mencagah intrusi air laut, sebagai tempat hidup dan sumber makanan beberapa jenis satwa seperti ikan-ikan kecil, kepiting, kura-kura, burung, monyet dan hewan lainnya yang tinggal di wilayah mangrove.

Bisakah kamu bayangkan bila hutan mangrove di Indonesia kritis? Kesehatan mangrove merupakan salah satu penentu kesehatan ekosistem pesisir dan tentunya berkaitan dengan sumber penghidupan karena mangrove mendukung produktivitas perikanan dan budidaya di sekitarnya.

Lebih luasnya, pelestarian  ekosistem mangrove akan mendukung ekonomi biru. Ekonomi biru (blue economic) adalah pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut untuk pertumbuhan ekonomi meningkatkan mata pencaharian dan pekerjaan, serta kesehatan ekosistem laut Ekonomi biru mencakup banyak kegiatan mulai dari transportasi laut, perikanan, penggunaan energi terbarukan, pariwisata, hingga perubahan iklim.

Dampak dari perubahan iklim pada laut misalnya kenaikan muka air laut, erosi wilayah pesisir, mengubah pola arus samudera dan pengasaman sangat mengejutkan. Pada saat yang sama, lautan merupakan penyerap karbon yang penting dan membantu mengurangi perubahan iklim Dengan menjaga ekosistem mangrove maka artinya kita telah melakukan mitigasi bencana yang dapat disebabkan oleh beragam perubahan tersebut.

Sehingga dengan menjaga ekosistem mangrove artinya kamu tidak hanya melindungi daratan dari erosi, tapi juga menjaga kestabilan ekosistem laut! Mari sadari bahwa setiap konservasi yang kita lakukan akan sangat berdampak pada masa depan bumi kita.

Jaga Hutan Mangrove untuk Pesisir Tangguh!