June 10, 2020

Selamat Hari Segitiga Terumbu Karang!

Tepat pada Hari Segitiga Terumbu Karang yang diperingati setiap 9 Juni, mari kita tanamkan dan implementasikan 5M dengan niat dan semangat untuk Menjaga, Melindungi, Merawat, Melestarikan, serta Mencintai Terumbu Karang khususnya segitiga terumbu karang yang ada pada wilayah perairan Indonesia.

The Coral Triangle Day atau Hari Segitiga Karang adalah perayaan untuk coral triangle atau segitiga karang, pusat keberagaman hayati laut dunia, yang meliputi laut 6 negara di wilayah Pasifik Asia yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. Perayaan ini tak hanya terbatas pada enam negara saja, tetapi juga negara lain yang menerima manfaat dari kekayaan sumber laut yang dimiliki coral triangle.

Diantara enam negara yang menjadi pusat penyelamatan terumbu karang dunia bernama Coral Triangle Initiative, Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang yang harus dilindungi, yaitu sepanjang 80.791 kilometer. Garis pantai ini bahkan jauh lebih panjang dibanding urutan kedua di negara yang termasuk dalam Coral Triangle Initiative (CTI) yaitu Filipina, yang hanya sepanjang 22.540 kilometer.

Segitiga terumbu karang dunia atau Coral Triangle memiliki 30% dari seluruh jenis terumbu karang yang ada di dunia, 86% dari spesies penyu laut yang ada di dunia, 2.228 spesies ikan, dan lebih dari 500 spesies terumbu karang. Segitiga termbu karang dunia, memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia dan seringkali disebut sebagai “Pusat dari Keanekaragaman hayati dunia” oleh berbagai peneliti di seluruh dunia.

Segitiga terumbu karang adalah sebuah tempat perkembangbiakan berbagai spesies perairan di wilayah ini, di Indonesia saja ada 1650 spesies yang bergantung pada terumbu karang. Lokasi ini juga memiliki 75% dari seluruh spesies mangrove atau bakau di seluruh dunia, dan 45% spesies rumput laut.

The Amazon of Ocean

Indonesia terletak di dalam wilayah segitiga terumbu karang, yang memiliki keanekaragaman hayati terumbu karang terbesar di bumi. Selama berabad abad, masyarakat pesisir di Indonesia telah memanfaatkan terumbu karang sebagai makanan dan mata pencaharian utama. Namun, belakangan beberapa terakhir permintaan produk terumbu karang memicu tindakan eksploitasi, seperti praktik penangkapan ikan yang merusak serta penambangan karang, diluar itu polusi serta fenomena perubahan iklim secara global terus mengancam keberlangsungan terumbu karang di Indonesia. Padahal, terumbu karang sendiri memiliki peranan dan fungsi yang beragam salah satunya sebagai pondasi untuk kehidupan di laut.

Menyadari kesulitan dalam menjaga pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan khususnya dalam terumbu karang, pada tahun 1998 pemerintah indonesia telah menginisiasi program rehabilitasi terumbu karang, yang dikenal saat ini dengan Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (COREMAP – CTI) yang memiliki program jangka panjang & dirancang dalam 3 tahap yaitu tahap inisiasi, percepatan, dan pelembagaan.

Program jangka panjang perlindungan terumbu karang yang diinisiasi Pemerintah Indonesia ini dilakukan di 39 situs, 7 kota, 38 kabupaten, dan 16 provinsi. Program khusus pelestarian Ekosistem Terumbu Karang melalui COREMAP  telah memiliki andil dalam menciptakan lingkungan yang lestari khususnya di perairan untuk mendukung pengelolaan Terumbu Karang yang berkelanjutan. Hal tersebut dapat terlihat berdasarkan hasil hasil riset yang ada seperti pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya pesisir, kajian kebijakan kelautan Indonesia, pengelolaan wisata bahari, pengendalian pencemaran lingkungan pesisir dan laut, pengelolaan wilayah pulau – pulau kecil yang mandiri, adaptasi dan mitigasi bencana dan perubahan iklim, serta penguatan sistem dana dan informasi kelautan

Tujuan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang-Prakarsa Segitiga Karang pada tahap selanjutnya adalah untuk melembagakan pendekatan tersebut sebagai suatu kerangka kerja yang berkelanjutan, terdesentralisasi dan terpadu untuk pengelolaan sumber daya terumbu karang, ekologi, dan keanekaragaman hayati terkait untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Implementasi COREMAP-CTI diharapkan akan memberikan pengaruh positif bagi berbagai lapisan kehidupan di lautan. Sehingga, tidak ada lagi tindakan negatif seperti eksploitasi yang dapat mengancam ekosistem di laut, penangkapan ikan yang merusak, penambangan karang, polusi, serta perubahan iklim.

Letak strategis lautan Indonesia tersebut, dapat menjadi daya dukung dalam mewujudkan implementasi Program Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang-Prakarsa Segitiga Karang yang dilakukan oleh Indonesia Climate Change Trust Fund sebagai satuan kerja Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Indonesia Climate Change Trust Fund melaksanakan program COREMAP-CTI dalam upaya mendukung inovasi pembangunan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan ekosistem pesisir serta sebagai upaya penanganan dampak perubahan iklim disektor kelautan dan perikanan.

Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang dilaksanakan Indonesia Climate Change Trust Fund dengan hibah dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia yang meliputi beberapa lokasi program. Pelaksanaan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang-Prakarsa Segitiga Karang yang didukung oleh Bank Dunia berlokasi di wilayah :
– Taman Wisata Perairan Laut Sawu, NTT
– Suaka Alam Perairan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat
– Suaka Alam Perairan Kepulauan Waigeo sebelah barat, Papua Barat
– Kawasan Konservasi Perairan Daerah Raja Ampat, Papua Barat

Kemudian Pelaksanaan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang-Prakarsa Segitiga Karang yang didukung oleh Bank Pembangunan Asia berlokasi di wilayah :
– Nusa Penida, Bali
– Gili Matra, Lombok
– Gili Balu, Lombok

Nah, bagaimana apakah ada wilayah di atas yang menjadi lokasi disekitar tempat tinggalmu? Mari kita wujudkan pelaksanaan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang-Prakarsa Segitiga Karang untuk menjaga kelestarian terumbu karang Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang mengandalkan laut dalam kehidupan!