February 28, 2019

ICCTF Menggelar Workshop Monitoring dan Evaluasi Tahunan (Annual Review) untuk Proyek yang Dilaksanakan Tahun 2018

Pada tanggal 25-26 Februari 2019, ICCTF menggelar kegiatan Workshop Monitoring dan Evaluasi tahunan yang diperuntukkan bagi proyek yang dilaksanakan oleh proponen selama kurun waktu 2018. Kegiatan Workshop Monitoring dan Evaluasi Tahunan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek ICCTF yang dilakukan oleh proponen pada tahun 2018, baik bagi proyek yang telah selesai maupun yang masih berjalan untuk melihat capaian dan kemajuan dari sisi output program dan penyerapan keuangan.

Sepanjang tahun 2018, ICCTF mengelola 33 proyek dengan pendanaan USAID, termasuk 25 proyek yang berakhir pada bulan Juni 2018 dan 6 proyek dimulai pada bulan Juli 2018, sementara 2 proyek lainnya mulai berjalan pada bulan Januari 2019. Pada tahun yang sama, ICCTF juga mengelola 16 proyek dengan pendanaan UKCCU dalam kerangka program, “Tata Kelola Hutan dan Lahan Gambut untuk Mengurangi Emisi di Indonesia melalui Kegiatan Lokal (TEGAK). Dari 16 proyek tersebut, 11 proyek berakhir pada bulan Juni 2018, sementara 5 proyek lainnya mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2018.

Workshop Monitoring dan Evaluasi Tahunan tersebut menghadirkan Direktur Lingkungan Hidup Bappenas selaku Sekretaris MWA ICCTF, Medrilzam dan Deputi I BRG, Budi S. Wardhana. Dalam pembukaan workshop, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas menekankan pentingnya evaluasi mendalam dari pekerjaan yang telah dilakukan bersama dengan mitra pelaksana, tidak hanya sekedar hasil fisik, namun yang utama adalah dampak sosial dan ekonomi dari pelaksanaan kegiatan. Kerjasama dan komunikasi dengan mitra pelaksana adalah kunci utama yang tetap harus dibina agar target-target yang ditentukan secara bersama dapat dicapai dengan optimal.

Disamping melihat capaian dan kemajuan proyek, pembahasan beberapa isu juga menjadi fokus pertemuan yang turut dihadiri oleh Kementerian/Lembaga terkait, diantaranya integrasi data dalam sistem PRIMS yang diinisiasi oleh BRG, keberhasilan kegiatan revitalisasi dalam program 3R, penyeragaman metode perhitungan emisi, serta praktik terbaik dalam merubah paradigma masyarakat di lokasi proyek. Baik ICCTF, perwakilan Kementerian/Lembaga dan proponen secara aktif terlibat diskusi dan saling memberikan masukan terhadap pelaksanaan program kedepan. Beberapa pihak, baik proponen maupun Kementerian/Lembaga menyampaikan ketertarikannya untuk mereplikasi dan mengembangkan kegiatan-kegiatan penanganan perubahan iklim yang telah dilaksanakan ICCTF bersama dengan mitra pelaksana.